Game Untuk Perempuan? Antara Tampilan Seksi dan Permainan Asik

Game Untuk Perempuan

Game Untuk Perempuan – Game Untuk Perempuan atau untuk singkatnya kita panggil game memang sebenarnya tak memandang gender. Namun dalam beberapa perkembangan tahun terakhir, game umumnya merupakan konsumsi laki-laki.

Ini bisa dilihat dari beberapa hal yang menonjol. Anda bisa memperhatikan desain karakter, tipe permainan, dan juga pemilihan perspektif yang ada. Laki-laki menjadi pasar dominan dari permainan video maupun digital.

Jadi apakah tempat perempuan di permainan video hanya menjadi tampilan dan pemanis? Untuk tampil seksual demi kepuasan laki-laki? Atau sebenarnya ada cerita lain yang bisa kita gali? Simak pembahasan lengkap kami dalam menjawab cocok-kah permainan Untuk Perempuan?

Game Untuk Perempuan? Antara Tampilan Seksi dan Permainan Asik

Game Untuk Perempuan? UXG & Pengalaman Bermain Unisex

Game Untuk Perempuan
Game Untuk Perempuan

Seperti yang kita ketahui, permainan video dan digital awalnya tidak memandang jenis kelamin sebagai pasarnya. Ini dikarenakan permainan video pada saat itu seperti ATARI maupun Nintendo versi awal menggunakan perspektif teknologi.

Perspektif teknologi membuat Game Untuk Perempuan sama juga dengan permainan untuk laki-laki. Misalnya permainan arcade “They Came From Outer Space” yang tidak memandang karakter. Si pemain itulah yang dijadikan objek perspektif utama.

Karakter wanita maupun laki-laki memang tidak ditampilkan secara gamblang di depan layar. Terutama karena permainan video yang ada biasanya hanya mengandalkan visual yang terbatas serta permainan sederhana. Misalnya Tennis Ball atau Galaga.

Game Untuk Perempuan dan laki-laki mulai terlihat ketika para produsen meninggalkan perspektif teknologi. Semakin lama, permainan video memang ditujukan untuk laki-laki. Ini karena melalui riset pasar, Atari dan Nintendo melihat bahwa anak-anak adalah pasar utama mesin mereka.

Pengalaman Bermain Unisex

Untuk memasarkan permainan ke anak-anak. Atari dan Nintendo harus menjual di toko mainan. Norma toko pada saat itu (utamanya di Amerika) adalah memisahkan mainan laki-laki dan perempuan. Nintendo memilih laki-laki sebagai pasar utama mereka.

Selama beberapa waktu, memang tidak ada Game Untuk Perempuan. Hanya ada kategori di antara umum ataupun laki-laki. Jarang sekali ada permainan digital yang dipasarkan untuk perempuan. Permainan video juga jarang memakai karakter perempuan selain menjadi korban.

Hal ini sebelumnya tidak menjadi masalah bagi perempuan untuk menjadi pemain video game. Perempuan masih menikmati berbagai game yang dibuat menjadi unisex. Banyak sekali permainan yang diminati wanita meski tidak memiliki karakteristik feminin.

Permainan dengan Perempuan yang “Kuat”

Dengan berkembangnya teknologi, desain karakter menjadi lebih baik dan variatif. Disinilah permainan mulai mengembangkan satu golongan khusus Game Untuk Perempuan. Hal ini misalnya dengan mengadaptasi serial kartun yang disukai oleh perempuan dan menggunakan karakter perempuan.

Karakter perempuan yang kuat menjadi topik menarik di awal tahun 80an hingga 90an. Misalnya, Samus Aran dari Nintendo menjadi tokoh perempuan pertama yang bisa dimainkan dan menjadi karakter utama. Ia menjadi salah satu ikon wanita dalam game.

Game Untuk Perempuan kembali berkembang ketika CAPCOM merilis permainan video bertajuk Streets of Rage & Street Fighter II. Karakter wanita Chun Li dan juga Blaze Fielding memiliki desain kontrol yang didesain cocok untuk wanita.

Kontrol yang mengutamakan kecermatan, kecepatan dan juga bertahan. Memang permainan itu tidak menjadi contoh permainan video khusus wanita, namun mereka menanamkan dasar desain permainan. Dari karakter ini akan menjadi basis dari desain permainan yang lebih besar.

Berbagai desain Game Perempuan dicoba oleh ATARI dan Nintendo serta lain-lain. Namun tipe permainan yang cukup populer dengan perempuan ternyata tidak perlu karakter utama perempuan. Utamanya, perempuan menyukai permainan mini yang berdasarkan skor daripada aksi.

POP-Cap Games, sebuah perusahaan permainan video berbasis di amerika ternyata sukses menggarap pasar perempuan. Ini dikarenakan desain permainan mereka yang sederhana namun mengasyik-kan. Mereka mengeluarkan beberapa judul yang menjadi hits di dalam paket permainan.

Inilah Permainan Perempuan yang “Kuat”

Gerakan POP-Cap berikutnya akan mendefinisikan Game Untuk Perempuan. Beberapa judul seperti Dinner Dash membuat pasar perempuan menjadi menguntungkan. Permainan yang berdasarkan konsep mengelola restoran dan bisnis ini menjadi salah satu penghasil uang untuk POP-Cap.

Untuk perkembangan berikutnya, ZUMA – sebuah permainan sederhana dengan prinsip tetris dan ballistic menjadi hits selanjutnya bagi POP-Cap. Perempuan ternyata suka dengan konsep sederhana namun kuat. Mereka tidak terlalu memperhatikan grafis karakter maupun penceritaan.

Semua belajar bahwa Game Untuk Perempuan seharusnya lebih fokus di dalam pengembangan pengalaman bermain. Pasar pemain perempuan tidak banyak memperhatikan ada tidaknya karakter berkelamin perempuan atau menarik.

Desain utama harus sederhana dan sangat repetitif namun kompetitif. Jadi pemain perempuan tidak perlu banyak mengeksplor. Cukup membantu mereka menggunakan waktu luang asik. Desain karakter yang lucu akan sangat membantu engagement pemain dengan permainan.

Selain itu, Game populer biasanya lebih difokuskan ke format mini-game yang bisa digunakan di gawai dengan mobilitas tinggi. Beberapa contoh misalnya permainan di GBA atau Ponsel.

Di kehidupan nyata, sebenarnya perempuan pun akan menyukai permainan penuh aksi dan kolaboratif seperti laki-laki. Berkembangnya permainan daring seperti Fortnite dan juga Valorant membuktikan bahwa bahkan di ranah eSports perempuan memiliki selera dan kemampuan yang mirip dengan pria.

Meski begitu, sebenarnya tidak banyak perbedaan antara Game Untuk Perempuan dengan yang untuk laki-laki. Mereka cukup mirip dengan laki-laki namun memiliki perkembangan selera yang berbeda. Ini karena pengaruh hormon saja.

Beberapa Contoh Game untuk Perempuan:

Berikut adalah beberapa judul permainan yang populer dengan perempuan. Ada judul yang mungkin akan mengejutkan anda, namun kebanyakan cukup sesuai dengan deskripsi kami di atas. Mungkin bisa jadi referensi anda untuk bermain:

Game untuk perempuan: Animal Crossing

Permainan ini salah satu permainan perempuan yang cukup populer. Dengan desain karakter dan animasi yang lucu, pasar pemain perempuan cukup merespon positif. Penjualan masuk menjadi jutaan dollar dikarenakan konten yang bisa diunduh sangat laku keras.

Ookami

Permainan petualangan memang jarang masuk menjadi pilihan perempuan. Namun permainan asal Jepang yang membahas petualangan dewa matahari dalam bentuk Anjing Shiba Inu ini sangat populer. Desain karakter yang unik dengan sentuhan Jepang sangat khas.

Dinner Dash

Permainan mini ini sangat cocok menjadi ikon Permainan perempuan. Masih populer hingga hari ini, permainan ini memiliki repetisi dan juga kualitas intensitas yang tinggi. Permainan ini sudah nyaris berumur 1 dekade lebih dan masih menghasilkan uang.

ZUMA

Memiliki ikon kodok yang populer, ZUMA sangat disukai perempuan. Sebagai turunan dari Ballistic dan Tetris, ZUMA masih dimainkan bahkan hingga hari ini. Popularitasnya didongkrak oleh permainannya yang sederhana dan juga tidak ada mekanisme yang kompleks.

Feeding Frenzy

Disini, pemain akan mengendalikan beberapa spesies ikan karnivora. Mereka ditugaskan untuk terus memakan ikan lain dan menghindari diri dari ikan lain. Permainan perempuan ini memang sering berulang namun memiliki keseruan yang tinggi dan level yang nyaris tak terbatas.

Begitulah beberapa rekomendasi dan sejarah Game Untuk Perempuan. Semoga setelah membaca ini anda menjadi terinspirasi dan juga makin semangat bermain! Baca juga : belum pernah dipakai cara membuat nama pubg keren dengan mudah ini ya.

5/5 - (2481 votes)

You May Also Like

About the Author: Marno22

Leave a Reply

Your email address will not be published.

4 × 3 =